Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts
Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts

Friday, December 24, 2010

Olla Ramlan Tolak Job Demi Keluarga Untuk Natal dan Tahun Baru

Jakarta Sebagai presenter yang tengah naik daun, Olla Ramlan selalu disibukkan dengan jadwal kegiatan yang padat. Demi keluarga, ia pun menolak untuk menerima tawaran pekerjaan saat libur tahun baru.

"Nggak terima job. Tawaran sih ada, tapi nggak diambil buat menghabiskan waktu sama anak dan keluarga," ujarnya saat ditemui di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (24/12/2010) malam.

Presenter kelahiran Banjarmasin, 15 Februari 1980 itu ingin menghabiskan waktunya untuk liburan bersama anaknya, Sean. Apalagi setelah dirinya diceraikan secara agama oleh suaminya, Alex Tian, Olla ingin memberikan perhatian yang lebih untuk anak semata wayangnya itu.

Menyambut 2011, Olla ingin mengintrospeksi diri atas kekurangannya selama satu tahun kebelakang. Presenter 'DahSyat' itu ingin menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya.

"Dalam kondisi saya seperti ini banyak yang harus diperbaiki. Sebisa mungkin menghabiskan waktu sama dia," tutur pemilik nama lengkap Febiolla Ramlan itu.

(ich/ich)

Saturday, November 13, 2010

Kapan Hari Raya Idul Adha 2010 ?

Kapan Hari Raya Idul Adha 2010 ? mungkin pertanyaan itu yang muncul menjelang hari raya idul adha. Negara Timur Tengah dan Muhammadiyah Idul Adha 16 November, sementara pemerintah menetapkan 17 November 2010


Sebagaimana diduga sebelumnya, perayaan Hari Raya Idul Adha berbeda. Pemerintah, melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Zulhijah atau Idul Adha 1431 Hijriyah jatuh pada 17 November 2010.

Penetapan Idul Adha diputuskan melalui sidang isbat yang digelar Badan Rukyat dan Hisab Kementerian Agama di Jakarta, Senin, 8 November 2010. Penetapan ini berdasarkan posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada Sabtu kemarin ketinggiannya masih di atas ufuk tapi di bawah dua derajat.

Cecep Nurruddin Hidayat dari Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama RI memaparkan ketinggian hilal pada 6 November 2010 dilihat dari Pelabuhan Ratu tidak lebih dari dua derajat.

"Tinggi hilal di Indonesia lebih memungkinkan melihat hilal sementara di Arab Saudi hilal begitu tipis hanya 0,46 derajat, tapi secara hakiki meskipun di Indonesia bisa terlihat tapi belum bisa dikatakan masuk bulan Dzulhijjah."

Dalam sidang isbat itu, awalnya muncul perbedaan pendapat, namun akhirnya semua bisa menyetujui istikmal atau menyempurnakan bulan Zulhijah 1431 H, menjadi 17 November.

Dengan pengumuman pemerintah Idul Adha tanggal 17 November, berarti berbeda dengan ketentuan Hari Raya Idul Adha Muhammadiyah dan pemerintah di Negera-negara Timur Tengah yang mengumumkan akan melaksanakan Idul Adha sehari sebelumnya, tanggal 16 November 2010.

Meski berbeda, Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kemenag, Nazaruddin Umar mengatakan, persatuan antar ummat menjadi landasan utama dari penetapan tersebut. Karena itu, kata Nazsruddin, semua pihak diharapkan bisa memakluminya.

“Kami menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1431 Hijriyah jatuh pada Senin 8 November 2010, sehingga Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada Rabu 17 November 2010,” kata Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin, 8 November 2010.

Sebelumnya, beberapa Negara di Timur Tengah seperti Saudi dan Medir mengumumkan pelaksanaan Idul Adha 2010 jatuh tanggal 16 November, termasuk salah satu organisasi Islam terbesar Muhammadiyah.

Tuesday, September 7, 2010

Hasil Perundingan Kinabalu Indonesia dan Malaysia

Indonesia dan Malaysia telah menghasilkan sejumlah kesepakatan dalam perundingan tingkat menteri luar negeri di Kota Kinabalu, Malaysia, Senin 6 September 2010. Sejumlah kesepakatan itu diharapkan bisa meredakan ketegangan hubungan kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Laman Kementrian Luar Negeri Indonesia mengungkapkan bahwa “Insiden 13 Agustus” dan kelanjutan negosiasi perbatasan termasuk dalam agenda perundingan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa dan Menlu Malaysia, Anifah Aman.

Maka, masing-masing delegasi bersepakat untuk memperbaiki prosedur operasi standar (SOP) dan aturan pelibatan (ROE) agar insiden serupa tidak terulang sekaligus menghormati hubungan baik kedua negara. Kedua delegasi sepakat untuk melanjutkan perundingan perbatasan.

Kedua delegasi juga membicarakan masalah hukum yang melanda para WNI di Malaysia, terutama mereka yang dijatuhi vonis hukuman mati. Terlampir sejumlah kesepakatan pokok dalam pertemuan Komisi Bersama untuk Kerjasama Bilateral (JCBC) di Kinabalu:

- Menlu RI menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Pemerintah Indonesia atas penahanan dan informasi mengenai perlakukan tidak layak kepada ketiga petugas KKP terkait dengan insiden 13 Agustus 2010. Sementara Menlu Malaysia menanggapi bahwa Pemerintah Malaysia memutuskan untuk tidak akan memberlakukan prosedur penahanan kepada petugas Indonesia.

- Kedua Menlu juga sepakat untuk menetapkan suatu SOP dan ROE bagi para petugas terkait di lapangan untuk mencegah terulangnya kembali insiden serupa di masa mendatang. Dalam kaitan ini, kedua negara telah menyepakati agar unsur sipil kedua negara yaitu Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA) dari sisi Indonesia dan Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) dimasukkan dalam struktur General Border Committee yang sudah ada.

- Kedua negara juga sepakat bahwa cara yang paling efektif untuk menghindari kembali terjadinya insiden serupa adalah dengan intensifikasi perundingan delimitasi perbatasan laut yang menjadi akar permasalahan antara kedua negara, dimana kedua Menlu akan membahasnya di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada minggu ketiga bulan September 2010.

- Menjadwalkan perundingan perbatasan tingkat teknis ke-16 dan 17 yang masing-masing akan dilaksanakan pada 11-12 Oktober 2010 di Malaysia serta tanggal 23-24 Nopember 2010 di Indonesia.

- Untuk meningkatkan kapasitas perlindungan warga kedua negara, kedua Menlu sepakat mendorong Kelompok Kerja terkait untuk mencapai kemajuan yang substantif terhadap Letter of Intent mengenai MOU on the Recruitment and Placement of Indonesian Domestic Workers 2006.

- Indonesia telah mengajukan usulan Consular Notification and Assistance Arrangements mengenai langkah-langkah yang perlu diambil oleh kedua pihak dalam menangani keadaan dimana warga negaranya menghadapi permasalahan hukum. Pengaturan termaksud akan memperkuat mekanisme Joint Committee yang selama ini sudah ada di antara KBRI dan instansi terkait di Malaysia.

- Menyangkut 3 WNI yang sudah dijatuhi vonis hukuman mati dan saat ini menunggu permohonan pengampunan, telah diajukan keringanan hukum bagi WNI tersebut atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan hubungan baik kedua negara.

- Menekankan pentingnya pendirian dan pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi anak-anak WNI usia wajib sekolah di wilayah Malaysia (Sabah). Pendirian pusat belajar tersebut sangat penting untuk memfasilitasi banyaknya anak usia sekolah WNI dapat mengenyam pendidikan yang baik. Pihak Malaysia akan melanjutkan kerjasamanya mengenai hal dimaksud.

- Pertemuan JCBC berikut direncanakan pada Desember 2010.


source : vivanews.com

Monday, September 6, 2010

Jelang H-3 Lebaran, 100 Bus Cadangan Disiapkan


Dinas Perhubungan Kota Depok memprediksi lonjakan arus mudik lebaran di Terminal Depok akan terjadi pada H-3 lebaran. Hal itu terlihat dari pemesanan tiket yang dilakukan oleh pemudik yang rata-rata memesan pada saat H-3 Lebaran.

Guna mencegah terjadinya penumpukan penumpang, Dishub dan Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Depok menyiapkan puluhan hingga seratus bus cadangan. Sedikitnya setiap perusahaan otobus (PO) di Depok menyiapkan lima sampai enam armada bus cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Kepala Dishub Depok Dindin Djaenudin mengatakan, penumpukan penumpang juga disebabkan armada bus yang datang terlambat setelah mengantar para pemudik ke kampung halaman. Sebab, kata Dindin, keterlambatan diakibatkan oleh kemacetan yang menghambat perjalanan bus sampai ke Terminal Depok.

“Karena terlambat tentu terjadi penumpukan, apalagi macet di Jalur Pantura. Tapi kami antisipasi dengan menambah jumlah armada bus cadangan, antara lima sampai enam bus setiap PO, bisa mencapai 100 bus cadangan kurang lebih seluruhnya,” katanya kepada wartawan, Senin (6/9/2010).

Sebelum berangkat, Dishub juga mengecek kelaikan mesin bus dan kelengkapan surat-surat pengemudi. Selain itu, Dinas Kesehatan juga ikut mengecek tensi darah dan kesehatan para awak supir guna menjamin keselamatan bagi para penumpang di perjalanan.

sumber : okezone.com

Pesawat Latih Jatuh di Bogor

Sebuah pesawat latih jatuh di areal pesawahan Desa Wates, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (6/9/2010) pagi sekira pukul 8.20 WIB.

Pilot pesawat bernama R widodo tewas di lokasi kejadian dengan luka pada bagian kepala. Sementara itu kondisi pesawat hancur berkeping-keping.

Kini korban sudah dibawa ke ruang forensik Rumah Sakit PMI Bogor.

Beberapa saksi di lokasi mengatakan, pesawat kecil terseebut tiba-tiba jatuh di pesawahan. "Kami langsung melakukan pertolongan, tapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi," ujar Ahmad, warga setempat

Monday, August 30, 2010

TNI AL Tangkap Empat Kapal Malaysia

NUNUKAN - Jajaran TNI Angkatan Laut, Minggu (29/8/2010) mengamankan kapal nelayan Malaysia yang beroperasi di perairan Indonesia, tepatnya di utara Kalimantan Timur. Empat kapal itu tertangkap saat sedang menangkap ikan di perairan Indonesia.

Rencananya, sore tadi Danlanal Nunukan Letkol (P) Laut Rachmad Jayadi akan menyampaikan keterangan pers mengenai penangkapan empat kapal Malaysia tersebut. Hanya saja rencana tersebut diurungkan dan konferensi pers baru dilaksanakan, Senin (30/8) besok pagi.

Pihak Lanal Nunukan beralasan, penundaan itu disebabkan Danlanal tidak berada di tempat pada saat ini.

Sumber Tribun di Kantor Pelaksana Tugas dan Fungsi (KPTF) Tawau, KJRI Kota Kinabalu, menyebutkan, beredar kabar di Tawau jika TNI Angkatan Laut melakukan penangkapan kapal nelayan Malaysia tersebut di perairan Malaysia.

"Saya dapat informasi dari LO kita di Tawau, katanya sedang beredar kabar kalau penangkapan nelayan itu dilakukan di perairan Malaysia. Kemungkinan Malaysia akan protes," kata seorang sumber.

sumber : tribunnews.com

Sunday, August 29, 2010

PM Malaysia Peringatkan Pemerintah Indonesia

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Tun Razak mendesak pihak berwenang Indonesia untuk bertindak cepat guna mengatasi aksi unjuk rasa anti-Malaysia yang marak terjadi belakangan ini.

PM Najib memperingatkan jika tidak cepat diatasi, aksi tersebut dapat merusak hubungan kedua negara.

Najib juga menepis persepsi dari pihak dalam negeri jika pemerintahannya mengambil langkah damai dalam menghadapi isu demonstran ini. Menurutnya hal ini dilakukan untuk mencegah kemarahan dari warga Malaysia.

"Saya harap Pemerintah Indonesia tidak memberikan izin kepada warganya untuk menciptakan kekacauan," ungkap PM Najib seperti dikutip The Star, Senin (30/8/2010).
"Kami dapat memberikan jaminan situasi di Malaysia dapat dikendalikan, khususnya bagai WNI," tandasnya.

Lebih lanjut putra mantan Perdana Menteri Tun Abdul Rajak tersebut mengatakan jika warga Malaysia harus tetap tenang dalam menanggapi berbagai aksi provokasi. Namun yang terpenting bagi PM Rajak saat ini adalah menjaga agar insiden ini tidak merusak hubungan kedua negara.


sumber : okezone.com

Thursday, August 26, 2010

2 Nama Calon Pimpinan KPK Diserahkan Pada Presiden Hari ini

Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan KPK sudah mengantongi 2 nama calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun Pansel masih merahasiakan nama-nama itu.

"Alhamdulillah, Pansel KPK selesai memilih dua nama calon pimpinan KPK untuk diajukan kepada Presiden SBY besok," ujar anggota Pansel KPK, Todung Mulya Lubis dalam akun twitternya, Kamis (27/8/2010) malam.

2 Nama itu didapatkan Pansel setelah menggelar rapat tertutup, Kamis malam. Sebelumnya 7 calon pimpinan KPK ini menjalani sesi wawancara. Mereka adalah Bambang Widjojanto, Chaerul Rasjid, Fachmi, I Wayan Sudirta, Jimly Asshiddiqie, Melli Darsa, dan Busyro Muqqodas.

Saat akan memulai rapat tertutup, Ketua Pansel KPK, Patrialis Akbar pun menjelaskan Pansel KPK akan membawa 2 nama calon pimpinan KPK pada Presiden SBY. Pengumuman dua nama terpilih ini akan dilakukan di Istana sekitar pukul 10.30 WIB.

source : detiknews.com

KBRI Indonesia Di Demo Nelayan Malaysia



Para nelayan Malaysia berdemonstrasi di depan KBRI Kuala Lumpur terkait dengan seringnya mereka ditangkap sekaligus membongkar praktik pemerasan oleh oknum aparat penegak hukum Indonesia.

''Jika tidak membayar 100.000 Ringgit (Rp 275 juta) maka kapal ikan kami dirampas dan nelayan kami ditahan dan disiksa oleh aparat keamanan laut Indonesia, padahal kami menangkap ikan di kawasan Sekinchan, Selangor,'' kata Wakil Presiden Masyarakat China Kuala Lumpur dan Selangor, Ser Choon Ing, di depan KBRI Kuala Lumpur, Rabu (25/8).

Choon berharap pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas terhadap para aparat kepolisian dan tentara yang sering melakukan pemerasan. ''Tahun 2009, ada 11 kapal nelayan Malaysia ditahan di kawasan Sekinchan Selangor. Jika mau bebas harus membayar tebusan 100.000 ringgit,'' kata Herbot Jefri, seorang nelayan Malaysia asal Sabah.

Ia juga mengungkapkan bahwa para aparat Indonesia sering memaksa para nelayan Malaysia yang tertangkap untuk menandatangani satu dokumen yang mengakui bahwa mereka telah melanggar batas wilayah Indonesia untuk memeras para nelayan. ''Nelayan Malaysia jadi menghadapi masalah untuk mencari rezeki karena sering diganggu oleh tentara Indonesia. Kami mengalami kerugian keuangan dan menjadi trauma menjalankan profesi sebagai nelayan,'' tambah Choon.

Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia dan Malaysia menyelesaikan isu-isu perbatasan yang masih belum jelas agar nelayan menjadi jelas batas-batas negaranya dan negara orang lain. Sekitar 20 nelayan Malaysia melakukan unjuk rasa di depan KBRI. KBRI kemudian menerima delegasi dari nelayan di lobi gedung KBRI untuk menerima surat protes.

KBRI Kuala Lumpur sudah dua kali didemo terkait dengan penahanan tujuh nelayan Malaysia. Sebelumnya, Pemuda UMNO Putrajaya Ahmad Zaki melakukan demo atau protes terkait dengan aksi protes organisasi Bendera yang dinilai tidak beretika.

LPG 3 Kg Akan Naik

Pemerintah mengkaji beberapa opsi untuk mengatasi disparitas harga elpiji, salah satunya dengan menaikkan harga elpiji 3 kg. Pemerintah berjanji jika opsi itu yang diambil, tidak akan membebani masyarakat karena ada pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Jika ada kenaikan harga 3 Kg maka maka yang dijadikan patokan adalah tidak akan membebani masyarakat," ujar Menko Kesra Agung Laksono dalam konferensi pers acara pelatihan tenaga penyuluh lapangan pengguna elpiji di Hotel Bumikarsa, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Agung menyakini hal tersebut bisa terealisasi karena subsidi harga elpiji 3 Kg yang diberikan pemerintah akan dialihkan ke subsidi langsung dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT). Dana BLT tersebut bisa diperoleh melalui dana pemerintah dalam APBN dimana uang negara akan membayar selisih harga elpiji 3 Kg yang dijual dengan harga pasar.

"Masyarakat tidak terbebani karena selisih kenaikan harganya akan diganti dengan BLT. Namun mengenai besar, mekanisme, bentuknya sekarang sedang dalam proses," ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah sempat memberikan BLT sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM. Namun mulai tahun 2010, pemerintah sudah menghapuskan BLT sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM.

Agung menilai penyesuaian harga untuk menghilangkan disparitas harga elpiji 3 Kg dengan 12 Kg sangat diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya pengoplosan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Keselamatan pengguna elpiji 3 Kg harus kita utamakan. Kita terus memproses proses formulanya. Sekarang tim bekerja terus," paparnya.

Hal ini diamini oleh Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Ito Sumardi. Menurut dia, kegiatan pengoplosan memang akan terus terjadi jika disparitas harga antara elpiji 3 Kg dan 12 Kg terus ada.

Berdasarkan data Bareskrim Mabes Polri, sejak 2007 lalu terjadi 82 kejadian kecelakaan penggunaan elpiji. Dimana pengguna elpiji 3 kilogram mengalami kecelakaan 24 kasus dan 58 kasus sisanya untuk elpiji 12 kilogram.

Dari hasil investigasi tersebut menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan ternyata bukan karena tabung tapi juga disebabkan aksesoris paket perdana seperti selang, regulator, valve dan rubber seal.

Kecelakaan juga terjadi karena ada keterbaasan pengetahuan masyarakat serta adanya kegiatan pengoplosan.

Pengoplosan tersebut tidak hanya membahayakan nyawa pengguna elpiji 3 Kg, namun juga merugikan keuangan negara karena elpiji 3 Kg adalah barang yang masih disubsidi oleh pemerintah.

Ia mencontohkan, kerugian negara dari satu kegiatan pengoplosan di daerah Bantar Gebang mencapai Rp 2,6 miliar.

"Untuk itu, Kami harus melakukan upaya menghilangkan disparitas sehingga tidak ada upaya oplosan oleh pihak tidak bertanggung jawab," ungkapnya.

Angin Puting Beliung di Tamansari, Bandung


Bandung - Tanda-tanda adanya puting beliung dari pemandangan langit di Kota Bandung, benar terjadi. Di kawasan Tamansari angin kencang dan memutar sempat menerjang. Bahkan sejumlah rumah dikabarkan mengalami kerusakan.

Hal itu diungkapkan Aji Ketua RT 07 RW 12 Kelurahan Tamansari Kecamatan Bandung Wetan saat dihubungi detikbandung, Kamis (26/8/2010).

"Anginnya besar seperti angin puyuh. Lamanya sekitar 5 menit," ujar Aji.

Beruntung angin tersebut hanya melewat saja di daerah Aji dan tak menimbulkan kerugian. namun menurut kabar yang didapat Aji, sejumlah atap rumah di kawasan Kebon Bibit beterbangan akibat diterjang puting beliung tersebut.

"Di tempat saya tidak ada kerusakan. Cuma melewat saja. Tapi di Kebon Bibit katanya ada rumah-rumah yang rusak atapnya," katanya.

Dituturkan Aji, sebelum buka puasa, warga memang sempat melihat awan begitu gelap. warga pun menyaksikan ada putaran angin kencang.

Friday, July 2, 2010

Malaysia Mencuri Batu Bara Indonesia Melalui Terowongan Bawah Tanah

Pencurian Besar Terungkap ... Malaysia Mencuri Batu Bara Indonesia Melalui Terowongan Bawah Tanah Dan Itu Sudah Terjadi Selama Bertahun - Tahun - Malaysia diduga telah mencuri batubara di kawasan Sintang, Kalbar sejak 1999-2008. Hal itu terjadi karena tambang Malaysia di Sarawak di perbatasan telah menjorok ke darat wilayah Sintang, Kalbar Indonesia.


http://www.tribunnews.com/foto/bank/images/terowongan-batubara.jpg


Dugaan eksploitasi batubara itu terjadi di Bukit Selantik Kawasan Kelingkang, Desa Jasa kabupaten Sintang, Kalbar. Aktivitasnya sudah berlaku sejak 1999 - 2008. Padahal lokasi itu sudah sering disurvey sebagai lahan potensi batubara oleh Indonesia tapi hingga kini belum ada eksploitasi.

Diam diam Malaysia sudah lama melakukan eksploitasi di dekat lokasi tersebut, namun operasionalnya berada di kawasan negaranya yang berbatasan langsung dengan Sintang.

Kecurigaan itu bermula ketika banyak petugas keamanan melakukan penjagaan ketat di dekat wilayah Kranggas Gayau Sarawak Malaysia yang tepat berseberangan dengan Bukit Selantik, Sintang. Padahal di tempat itu hanya terhampar perkebunan sawit.

Tabir itu terkuak berkat seorang pemuda Indonesia yang menjadi TKI di Malaysia kebetulan ikut bekerja di tempat perkebunan sawit tahun 1991. TKI tersebut memiliki saudara sepupu yang sudah menjadi warga Malaysia dan bekerja di lokasi tambang batu bara itu.

Ia terkejut ketika melihat sebuah terowongan besar yang menghubungkan antara Kranggas, Malaysia dengan desa Jasa, wilayah Indonesia. Jadi menurut keterangan dua pemuda itu, terowongan besar menghubungkan daerah perbatasan untuk mengangkut batubara.

Menanggapi hal tersebut, gubernur Kalbar Cornelis telah kirim surat kepada Mendagri dan meminta segera investigasi terhadap laporan masyarakat di Desa Jasa, Ketungau Hulu, kabupaten Sintang.

"Pemerintah Malaysia bisa diprotes Indonesia jika benar ada dugaan pencurian kawasan tambang batubara di Kabupaten Sintang. Kalau batas negara dilanggar, tembak saja," tegas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta, Jumat (2/7) seperti dikutip surya.co.id.

Jenderal George Toisutta menegaskan hal tersebut saat peresmian Markas Komando Daerah Militer (Kodim) XII Tanjungpura di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pihaknya akan segera mengecek kebenaran informasi warga Kalbar tersebut.

Surat pengaduan itu juga telah dikirim ke pemerintah pusat dan berharap agar segera disikapi serius atas pengaduan masyarakat mengenai dugaan tambang batubara Malaysia yang sudah masuk wilayah Indonesia.

Surat Gubernur bernomor 641/1013/BPKPK-KS tanggal 11 Maret 2010 dengan dasar hasil kunjungan tim dari BPKPK Kalbar ke Desa Jasa pada 19-21 Februari 2010. ( tribunnews.com )

Tuesday, June 29, 2010

Komik Menghina Nabi Muhammad Versi Indonesia Beredar

Jakarta – Komik yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW kembali muncul. Kali ini komik tersebut dibuat dalam versi Indonesia. Selain memunculkan gambar Nabi, komik itu juga penuh penghinaan terhadap Muhammad, nabi junjungan kaum Islam.

Komik tersebut dibuat dalam sebuah blog yang dihosting di wordpress.com. Komik ini tersebar dari orang ke orang lewat instant messenger dan surat elektronik.

Ada dua cerita dalam komik tersebut dengan judul ‘Muhammad dan Zainab’ dan ‘Kartun Sex Muhammad dengan Budak’. Dua kartun tersebut, sangat banyak sekali menampilkan gambar yang disebutnya sebagai Nabi Muhammad. Pada ‘Muhammad dan Zainab’, misalnya, Nabi digambarkan sebagai sesosok orang mengenakan jubah hijau lengkap dengan surbannya. Wajah Nabi berewokan.

Padahal Islam melarang sosok Nabi Muhammad dihadirkan dalam gambar, foto maupun film. Bila ada kisah tentang Nabi Muhammad, hanya boleh ditampilkan dengan tulisan.

Tak hanya menampilkan gambar Nabi, komik di wordpress.com ini juga menggambarkan Muhammad sebagai sosok yang cabul. Komik ini bercerita tentang kisah pernikahan Muhammad dengan Zainab yang merupakan mantan istri dari anak angkatnya, kisah Muhammad dengan Aisyah dan kisah Muhammad dengan budaknya, Mariah. Tiga kisah ini memang sering dijadikan senjata untuk memojokkan Islam.

Gambar-gambar Zainab dan Mariah dalam kartun ini ditampilkan dengan pakaian yang menggoda bahkan ada yang telanjang. Komik itu juga mengutip ayat-ayat Alquran dan hadist dengan penafsiran versi si komikus.(iy/nrl)


Sumber : Detik.com

Isi Pemberitaan Majalah Tempo "Rekening Gendut Perwira Polisi"

Rekening Gendut Perwira Polisi - Rekening Gendut Perwira Polisi itulah salah satu judul cover majalah Tempo edisi 28 Juni - 4 Juli 2010 yang sempat dikabarkan hilang dari pasaran beberapa waktu yang lalu diberbagai kota besar, seperti di Bandung dan juga di Jakarta karena diborong oleh orang-orang tertentu yang ada memakai senjata, dan ada pula yang memakai seragam Polisi.

Apa sebenarnya isi yang ada didalam majalah Tempo dengan judul edisi Rekening Gendut Perwira Polisi tersebut? Dari hasil penelurusuran yang dilakukan oleh blog Karo Cyber, maka akhirnya menemukan salah satu halaman situs yang memaparkan isi dari opini majalah Tempo mengenai Rekening para Perwira Polisi tersebut.

Berikut adalah isi berita atau Opini tentang Rekening Gendut Perwira Polisi yang ditemukan Karo Cyber dari situs tribun-timur.com:

Intinya ada enam nama jenderal dan beberapa perwira menengah yang dalam tulisan itu diduga punya aliran dana mencurigakan. Enam jenderal itu, Irjen Pol Mathius Salempang, Irjen Pol Sylvanus Yulian Wenas, Komjen Pol Susno Duadji, Irjen Pol Budi Gunawan, Irjen Pol Badrodin Haiti, dan Irjen Pol Bambang Suparno.

Di tulisan pertama berjudul 'Aliran Janggal Rekening Jenderal,' tulisan dimulai dengan wawancara majalah Tempo dengan Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi yang bercerita tentang jumlah gajinya. Disitu lantas dilanjutkan tentang konfirmasi Ito seputar laporan PPATK tentang sejumlah rekening para jenderal dan perwira polisi yang mencurigakan. Ito menyatakan ada 21 perwira pemilik rekening mencurigakan. Ia mengatakan telah menerima perintah Kepala Kepolisian Jenderal Bambang Hendarso Danuri buat melakukan klarifikasi terhadap para perwira tersebut. "Ini pembuktian terbalik, jadi menjadi beban mereka untuk menjelaskan asal-usul transaksinya," katanya.

Masih ditulisan yang sama di bagian kedua majalah Tempo melanjutkan dengan penelururannya ke rumah-rumah para jenderal itu sekaligus melakukan konfirmasi. Antara lain ke rumah Irjen Pol Bandrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian di Jakarta lalu ke rumah Irjen Pol Sylvanus Yulian Wenas. Tim majalah Tempo juga sempat ke Makassar tempat Kombes Pol Umar Leha.

Di tulisan kedua dengan judul 'Relasi Mantan Ajudan' majalah Tempo menulis soal Irjen Pol Budi Gunawan yang pernah menjadi ajudan mantan Presiden Megawati. Majalah Tempo menyinggung soal Budi dan anaknya yang menerima dana mencurigakan Rp 54 miliar. Dana itu diduga ada kaitannya dengan dua perusahaan bermasalah.

Di tulisan ketiga, Tempo memuat wawancara utuh langsung dengan Komjen Pol Ito Sumardi soal rekening mencurigakan itu. Tempo memberi judul Ito Sumardi: Mereka Bukan Penjahat. Baru di tulisan ke empat majalah Tempo merinci secara angka nilai-nilai uang mencurigakan yang masuk dalam rekening enam jenderal itu, dan juga memuat petikan langsung konfirmasi para jenderal itu.

Selain seputar rekening jenderal majalah tempo juga memuat tulisan seperti rubrik biasanya. Di rubrik nasional ada tulisan soal PKS, harta pejabat dan draf misterius calon Kapolri. Masih ada juga rubrik-rubrik lainnya dan bisa dibuka di http://majalah.tempointeraktif.com.

6 Jendral Polisi yang Memborong Majalah TEMPO ?

J

akarta - Polisi diminta bersikap lebih terbuka menghadapi laporan adanya perwira tingginya yang diduga memiliki rekening mencurigakan.


"Undang saja auditor eksternal. Di negara-negara demokratis, hal seperti ini sudah jamak dilakukan," ujar anggota Komisi Kepolisian Nasional, Adnan Pandu Praja, saat dihubungi tadi malam.


Menurut Adnan, laporan dugaan transaksi mencurigakan itu harus mendapat perhatian serius dari Kepala Kepolisian RI. Tanpa kejelasan pengusutan rekening-rekening itu, kata dia, citra kepolisian akan semakin terpuruk.


Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri belum bisa dimintai tanggapan mengenai soal ini. Saat Tempo hendak mencegat Bambang Hendarso di mobil dinasnya, petugas dari Detasemen Markas melarang Tempo. "Ini kawasan steril," katanya. Tempo juga sudah berulang kali menghubungi nomor telepon Kepala Polri, tetapi tidak dijawab.
di sini gambar luh
Markas Besar Kepolisian RI menelusuri laporan transaksi mencurigakan di rekening sejumlah perwira polisi yang dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Berikut ini sebagian dari transaksi yang dicurigai PPATK itu:












1. Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur

....




Kekayaan: Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009)



Tuduhan:



Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.



di sini gambar luh
"Saya baru tahu dari Anda." - Mathius Salempang, 24 Juni 2010














2. Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil Polri

....






Kekayaan: Rp 6.535.536.503 (per 25 Agustus 2005)


Tuduhan:


Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.



di sini gambar luh
"Dana itu bukan milik saya." - Sylvanus Yulian Wenas, 24 Juni 2010











3. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian

....




Kekayaan: Rp 4.684.153.542 (per 19 Agustus 2008)


Tuduhan:



Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.


di sini gambar luh
"Berita itu sama sekali tidak benar." - Budi Gunawan, 25 Juni 2010











4. Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian....




Kekayaan: Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008)


Tuduhan:



Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.


"Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim." - Badrodin Haiti, 24 Juni 2010
di sini gambar luh












5. Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal....




Kekayaan: Rp 1.587.812.155 (per 2008)


Tuduhan:



Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.


di sini gambar luh
"Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas." - (M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)











6. Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri....




Kekayaan: belum ada laporan


Tuduhan:



Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.


"Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh." - Bambang Suparno, 24 Juni 2010


Soal rekening mencurigakan milik petinggi polisi ini dilaporkan majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010 dengan judul "Rekening Gendut Perwira Polisi". Majalah Tempo dilaporkan ludes diborong orang di beberapa daerah kemarin sehingga perlu dicetak ulang.


Menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), hingga saat ini belum ada penyelesaian atas rekening mencurigakan petinggi Polri tersebut. "Selama ini polisi hanya mengklarifikasi, tapi tidak sampai pada pemeriksaan," ujar Ketua Divisi Investigasi ICW Tama S. Langkun kemarin. Tama mengatakan yang terpenting dari laporan ICW itu sebenarnya bukan soal segemuk apa rekening petinggi Polri. "Yang penting untuk dilihat adalah proses transaksinya. Ke mana dan dari mana uang mengalir," ujarnya.


"ICW sendiri sudah pernah beberapa kali melaporkan sejumlah rekening (petinggi) Polri yang mencurigakan," Tama menambahkan.


Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku pihaknya termasuk yang dilapori oleh ICW. Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan KPK masih mengusut laporan ICW tentang rekening mencurigakan yang diduga milik salah satu petinggi polisi, Budi Gunawan. "Sedang ditelaah di Bagian Pengaduan Masyarakat," kata dia.


Namun pihaknya tidak menelusuri semua rekening milik polisi yang mencurigakan itu. "Itu kan sudah ditangani di Markas Besar Polri," ujarnya. Menurut dia, otoritas untuk menangani kasus tersebut ada pada kepolisian.


Anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi internal berkaitan dengan rekening janggal yang dilaporkan majalah Tempo itu.


Di antaranya, pihaknya akan membahas apakah Satgas akan menindaklanjuti temuan tim majalah Tempo atas rekening mencurigakan petinggi Polri tersebut. "Kita lihat hasil rapat (nanti)," kata dia



sumber : http://wisbenbae.blogspot.com/2010/06/kepala-polri-harus-periksa-rekening.html





Monday, June 28, 2010

MIsteri Hilangnya Majalah Tempo dari Peredaran

http://i50.tinypic.com/8xt3k3.jpg

Diduga majalah tempo hilang dari peredaran terkait artikel pada majalah tersebut, berikut artikelnya:

Aliran Janggal Rekening Jenderal

MEMEGANG saku kemeja lengan panjang batiknya, Komisaris Jenderal Ito Sumardi bertanya, 'Berapa gaji jenderal bintang tiga seperti saya?' Sambil tersenyum, Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia itu menjawab sendiri pertanyaannya, 'Hanya sembilan juta rupiah, sudah termasuk berbagai tunjangan.'

Ito menambahkan, Kepala Kepolisian RI, pejabat tertinggi di institusi itu, bergaji hanya sekitar Rp 23 juta, sudah termasuk aneka tunjangan. Buat biaya penanganan kasus, ia melanjutkan, polisi hanya memperoleh anggaran Rp 20 juta per perkara. Setiap kepolisian sektor-unit kepolisian di tingkat kecamatan-hanya diberi anggaran dua perkara per tahun. 'Selebihnya harus cari anggaran sendiri,' kata Inspektur Jenderal Dikdik Mulyana, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal, yang mendampingi Ito ketika wawancara dengan Tempo, Jumat pekan lalu.

Bukan sedang mengeluh, Ito menyampaikan 'urusan dapur' pejabat kepolisian itu buat menangkis tudingan terhadap sejumlah perwira yang diduga memiliki rekening mencurigakan. Dokumen yang memuat lalu lintas keuangan petinggi Polri itu beredar di tangan para perwira polisi dan jadi bahan gunjingan di Trunojoyo-Markas Besar Kepolisian. Disebut-sebut dokumen itu adalah ringkasan atas laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Soal ini, juru bicara Pusat Pelaporan, Natsir Kongah, tak mau berkomentar. 'Saya tidak bisa memberikan konfirmasi karena itu kewenangan penyidik,' katanya, Kamis pekan lalu.

Menurut salinan dokumen itu, enam perwira tinggi serta sejumlah perwira menengah melakukan 'transaksi yang tidak sesuai profil' alias melampaui gaji bulanan mereka. Transaksi paling besar dilakukan pada rekening milik Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. Pada 2006, melalui rekening pribadi dan rekening anaknya, mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu mendapatkan setoran Rp 54 miliar, antara lain, dari sebuah perusahaan properti.

Daftar yang sama memuat, antara lain, nama Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal yang kini ditahan sebagai tersangka kasus korupsi. Ada pula Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Mathius Salempang, mantan Kepala Korps Brigade Mobil Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Komisaris Besar Edward Syah Pernong, juga Komisaris Umar Leha.

Dimintai konfirmasi soal nama-nama jenderal polisi pemilik rekening itu, Ito Sumardi secara tidak langsung membenarkan. Menurut dia, perwira-perwira itu termasuk dalam daftar 21 perwira pemilik rekening mencurigakan. Ia mengatakan telah menerima perintah Kepala Kepolisian Jenderal Bambang Hendarso Danuri buat melakukan klarifikasi terhadap para perwira tersebut. 'Ini pembuktian terbalik, jadi menjadi beban mereka untuk menjelaskan asal-usul transaksinya,' katanya.

Cerita soal rekening janggal milik jenderal kepolisian juga pernah muncul pada akhir Juli 2005. Ketika itu, 15 petinggi kepolisian diduga memiliki rekening tak wajar. Termuat dalam dokumen yang diserahkan Kepala PPATK Yunus Husein kepada Jenderal Sutanto, Kepala Kepolisian ketika itu, sejumlah petinggi kepolisian diduga menerima aliran dana dalam jumlah besar dan dari sumber yang tak wajar. Sebuah rekening bahkan dikabarkan menampung dana Rp 800 miliar. Namun kasus ini hilang dibawa angin.

l l l

BANGUNAN itu terlihat paling besar dibanding sekitarnya. Terletak di Jalan M. Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, satu rumah utama, tiga rumah tambahan, plus satu bangunan untuk petugas keamanan berdiri di tanah seluas 3.000 meter persegi.

Di halaman rumah terpajang ukiran berbentuk aksara 'B' setinggi dua meter. Air kolam renang yang cukup luas di halaman belakang berkilau memantulkan sinar matahari. Para tetangga menyebut bangunan itu sebagai 'rumah Pak Kapolda'. Inilah rumah Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, yang pernah menjadi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Badrodin, yang kini menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian, adalah satu di antara sejumlah perwira yang melakukan transaksi mencurigakan. Menurut sumber Tempo, Badrodin membeli polis asuransi PT Prudential Life Assurance dengan premi Rp 1,1 miliar. Disebutkan dana tunai pembayaran premi berasal dari pihak ketiga.

Menjadi Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Medan pada 2000 hingga 2003, Badrodin juga menarik tunai Rp 700 juta di Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Bukit Barisan, Medan, pada Mei 2006. Transaksi ini, kata sumber tadi, dinilai 'tidak sesuai profilnya'. Sebab, penghasilan Badrodin setiap bulan berkisar Rp 22 juta, terdiri atas Rp 6 juta gaji, Rp 6 juta penghasilan dari bisnis, dan Rp 10 juta dari kegiatan investasi.

Hasil analisis rekening Badrodin juga memuat adanya setoran dana rutin Rp 50 juta setiap bulan pada periode Januari 2004-Juli 2005. Ada pula setoran dana Rp 120-343 juta. Dalam laporan itu disebutkan setoran-setoran tidak memiliki underlying transaction yang jelas.

Dimintai konfirmasi, Badrodin Haiti mengaku tidak berwenang menjawab. 'Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Badan Reserse Kriminal,' katanya. Komisaris Jenderal Ito Sumardi menyatakan timnya masih menunggu sejumlah dokumen pelengkap dari Badrodin.

Keanehan juga terdapat pada rekening Wenas, Bambang Suparno, Mathius Salempang, dan Susno Duadji serta sejumlah perwira menengah. Indikasi di rekening Wenas muncul pada 2005, ketika ia menjabat Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Pada 9 Agustus, isi rekening Wenas mengalir berpindah Rp 10,007 miliar ke rekening seseorang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Sejak pertama kali membuka rekening, transaksi perbankan Wenas hanya berupa transfer masuk dari pihak lain tanpa ada transaksi usaha (lihat 'Rekening dalam Sorotan').

'Profil' Wenas cukup mentereng. Rumahnya di Perumahan Areman Baru, Tugu, mewah, di atas tanah seribu meter persegi. Sejak tiga tahun lalu, keluarga Wenas pindah ke sebuah rumah di Perumahan Pesona Khayangan, Depok. Tempo, yang menyambangi rumah Wenas di perumahan elite di Depok, Kamis pekan lalu, melihat dua Toyota Alphard dan satu sedan Toyota Camry terparkir di halaman rumah.

Kepada Tempo yang mewawancarainya, Wenas menolak tuduhan melakukan transaksi ilegal melalui rekeningnya. 'Semua itu tidak benar,' katanya. 'Dana itu bukan milik saya.'

Susno Duadji, yang getol membongkar praktek mafia hukum di institusinya, ternyata juga memiliki transaksi mencurigakan. Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini disebutkan menerima kiriman dana dari seorang pengacara berinisial JS Rp 2,62 miliar. Ia juga menerima kiriman dana dari seorang pengusaha berinisial AS dan IZM (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkulu). Selama periode 2007-2009, Susno telah menerima kiriman fulus dari tiga orang itu Rp 3,97 miliar. Terkait dengan aliran dana ini, Markas Besar Polri telah menetapkan JS sebagai tersangka.

Muhammad Assegaf, kuasa hukum Susno, menyatakan tidak pernah membahas soal transaksi mencurigakan punya kliennya. Di berbagai kesempatan sebelum ditahan, Susno berkali-kali membantah melakukan transaksi yang melanggar aturan. 'Semua transaksi itu perdata,' katanya.

l l l

TAK hanya perwira tinggi, transaksi yang membuat mata terbelalak pun dilakukan polisi dengan pangkat di bawahnya. Contohnya Umar Leha, terakhir berpangkat komisaris besar dan pernah 12 tahun bertugas sebagai Kepala Seksi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Samsat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Menurut sumber Tempo, Umar pada Juni 2005 memiliki dana Rp 4,5 miliar. Duit disimpan dalam bentuk reksa dana dan deposito di Bank Mandiri. Sumber dana, menurut analisis transaksinya, diduga berasal dari setoran-setoran terkait dengan pengurusan STNK.

Di Makassar, Umar memiliki dua rumah besar dan empat mobil. Dua tahun lalu perwira pertama polisi ini mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan. Untuk itu, ia mengundurkan diri dari kepolisian dengan pangkat terakhir ajun komisaris besar polisi. Pada pemilihan kepala daerah, ia gagal.

Soal tudingan bermain saat masih berdinas, Umar membantahnya. Dia mengaku tidak pernah mengelola langsung uang negara dari pengurusan STNK. 'Apalagi mengambilnya,' ujarnya. 'Saya benar-benar tidak berani menyalahgunakan amanah itu.'

Rekening Edward Syah Pernong, Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, pun mengundang curiga. Menurut sumber Tempo, ketika menjabat Kepala Kepolisian Resor Jakarta Barat, ia menerima setoran Rp 470 juta dan Rp 442 juta pada Agustus dan September 2005 dari Deutsche Bank. Pada 15 September 2005, dia menutup rekening dengan saldo terakhir Rp 5,39 miliar. Edward mempersoalkan asal-usul data itu. 'Data itu bohong. Itu fitnah,' katanya kepada wartawan Tempo, Sohirin, di Semarang, Kamis pekan lalu. Ito Sumardi menyatakan tak mempersoalkan kekayaan Edward. 'Dia raja Lampung, kebun sawitnya luas,' kata Ito.

Kendati dibantah dari pelbagai penjuru, anggota Komisi Kepolisian, Adnan Pandupradja, menilai laporan dugaan transaksi mencurigakan harus mendapat perhatian serius dari Kepala Kepolisian. Tanpa kejelasan pengusutan rekening-rekening itu, kata dia, citra kepolisian akan semakin terpuruk.

Neta S. Pane, Ketua Indonesia Police Watch, mendorong upaya pembuktian terbalik dari perwira yang memiliki rekening mencurigakan. Sebab, ia menyatakan jenderal yang memiliki kekayaan melimpah patut dipertanyakan. Ia menambahkan, 'Jika hidup hanya dari gaji, sampai kiamat mereka tidak akan pernah bisa kaya.'


sumber : http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/06/majalah-tempo-hilang-dari-peredaran.html

Thursday, June 24, 2010

Foto ariel Di Tahanan Penjara

Foto ariel Di Penjara - Ariel Tetap Menjadi Idola - Selang dua hari Ariel ditetapkan sebagai tahanan Mabes Polri, beredar foto kekasih Luna Maya itu yang tampak berbaur dengan tahanan lainnya. Dalam foto tersebut Ariel terlihat akrab dengan 10 tahanan lainnya.

Dalam foto tersebut Ariel memakai kaos berwarna putih dan bercelana pendek hitam. Mantan vokalis Peterpan itu tampak tersenyum dan dirangkul salah satu tahanan Mabes Polri lainnya.

Foto Ariel itu tampaknya diambil di bagian dalam tahanan Mabes Polri. Ariel yang berada di tengah-tengah para tahanan itu terlihat santai dengan memakai sandal jepit. Namun sampai saat ini keaslian foto tersebut belum dapat dipastikan karena tidak ada keterangan resmi dari pihak Ariel ataupun Mabes Polri.

Sebelumnya selain foto bersama para tahanan tersebut, ada juga foto yang memperlihatkan Ariel mengenakan baju tahanan. Ia tampak mengenakan baju berwarna oranye dan tersenyum sumringah. berikut gambar fotonya



source : http://gosipboo.blogspot.com/2010/06/foto-ariel-di-tahanan-penjara-ariel.html

Mabes Polri: Ariel Sadar Merekamnya




23/06/2010 13:20 | Skandal Seks Selebritas
Liputan6.com, Jakarta: Setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan di Markas Besar Polri, Nazril Irham alias Ariel akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pembuatan video mesum bersama artis mirip Luna Maya dan Cut Tari. Penetapan itu ditegaskan Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jendral Polisi Zaunuri Lubis.

"Yang bersangkutan dengan sadar telah membuat barang itu," kata Zainuri dalam tayangan Halo Selebriti SCTV, Rabu (23/6). "Kami telah menahan Ariel."

Zainuri menyebutkan tiga pasal yang bakal dibidikkan kepada Ariel, yakni Pasal 29 Undang-undang Pornografi terkait memproduksi, Pasal 282 KUHP tekait tindakan asusila, dan Pasal 27 Undang-undang ITE terkait pendistribusian video mesum tersebut. Jika terbukti bersalah, Ariel bakal dipenjara selama maksimal 12 tahun penjara.

"Namun, kami belum menetapkan pasal apa saja yang akan menjerat pelaku," kata Zainuri.

Ariel memang tak lagi berkelit dari tuduhan yang dialamatkan padanya. "Kalau dia dinaikan statusnya sebagai tersangka dan dia mengaku, lebih bagus. Lebih cepat selesai," jelas Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Marwoto Soeto.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap Luna Maya dan Cut Tari masih berlangsung. Status dua wanita yang disebut-sebut sebagai pelaku video mesum ini masih sebagai saksi. Pihak lain yang juga ikut dimintai keterangan adalah Andika dan Indra, mantan personel band Peterpan


sumber : http://showbiz.liputan6.com/berita/201006/282910/Mabes.Polri.Ariel.Sadar.Merekamnya

Monday, June 21, 2010

Polisi Tetapkan Ariel Sebagai Tersangka Kasus Video Porno

Jakarta - Polisi resmi menetapkan Ariel sebagai tersangka kasus video porno. Ariel dijerat terkait tindakan pornografi.

"Ya sudah (tersangka)," kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi pada detikcom lewat telepon, Selasa (22/6/2010) pukul 09.35 WIB .

Ariel kini berada di Mabes Polri. Dia masih menjalani pemeriksaan. Ariel sebelumnya sudah menjalani serangkaian pemeriksaan terkait video porno dengan sejumlah artis perempuan.



sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/06/22/094210/1383429/10/polisi-tetapkan-ariel-sebagai-tersangka-kasus-video-porno?991101605

Saturday, June 12, 2010

Gempa 7,5 SR di Aceh Berpotensi Tsunami

Gempa berkekuatan 7,5 Skala Richter (SR) yang dirasakan di Aceh berpotensi tsunami. Namun, pusat gempa berlokasi cukup jauh, di sekitar kepulauan India.

"Potensi tsunami untuk kawasan ASEAN, pusatnya terjadi di luar negeri," kata Jeri, salah seorang operator pusat gempa nasional, Minggu (13/6/2010) dinihari.

Menurut Jeri, gempa yang terasa di Aceh kekuatannya tidak terlalu besar. Sementara durasi gempa cukup lama, namun di beberapa daerah akan terasa berbeda.

"Karena jaraknya 420 Km dari Sabang," tambahnya.