Showing posts with label Mancanegara. Show all posts
Showing posts with label Mancanegara. Show all posts

Thursday, June 3, 2010

Aktivis: Israel Menyerang Kapal Tanpa Peringatan

Amman - Komando Angkatan Laut Israel menggunakan pentungan, gas air mata, granat kejut, peluru karet, dan peluru tajam saat menyerang kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Demikian keterangan aktivis yang dideportasi Israel ke Yordania, Rabu (2/6).

"Israel menyerang kami tanpa peringatan terlebih dahulu," kata Norazma Abdullah dari Malaysia, salah seorang dari 124 aktivis yang dideportasi ke Yordania sekitar pukul 7.30 pagi waktu setempat.

"Mereka menembakkan beberapa peluru karet namun setelah itu menggunakan peluru tajam. Lima orang meninggal di tempat dan setelah itu kami menyerah," kata Abdullah yang berada dikapal Turki Mavi Marmara, tempat para korban berjatuhan.

Abdullah berbicara kepada Reuters dekat jembatan sungai di Yordania, mengatakan pasukan komando Israel kemudian menahan para aktivis selama 15 jam hingga mereka tiba di pelabuhan Israel, Ashdod.

Sembilan orang, Senin, dilaporkan tewas di atas enam konvoi kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Jalur Gaza dibawah blokade Israel.

Israel mengatakan, para aktivis menyerang pasukan komando saat mereka memasuki teritorial dengan kapal Turki, pasukannya terpaksa menembak mereka untuk membela diri setelah para aktivis memukuli, menikam, dan merebut senjata pasukannya.

Abdullah mengatakan armada kapal Turki berada di lebih kurang 68 mil laut atau 108 kilometer dari batas pantai Gaza ketika kapal tersebut diserang.

"Rencana kami sebenarnya berhenti di sana dan meminta ijin Israel sebelum kami memasuki perairan jika mereka menolak, kami tinggal di atas laut untuk protes, tetapi mereka menyerang kami sebelum kami berubah pikiran," tambah Abdullah.

Para aktivis dari berbagai negara yang disuir ke Yordania berasal dari Kuwait, Aljazair, Lebanon, Malaysia, dan Indonesia. Mereka di antara 682 orang yang ditahan Israel.

Abdul Rahman Failakawee aktivis asal Kuwait mengatakan Israel menggunakan senjata tempur untuk melumpuhkan konvoi kapal.

"Serangan secara keseluruhan barbar," katanya melalui telepon dari sebuah bus yang mengangkut para aktivis. "Mereka menggunakan senjata yang diperbolehkan dan mungkin tak diperbolehkan yaitu peluru karet, peluru tajam, bom gas mata. Mereka juga menggunakan pentungan saat mereka mendarat untuk menguasai kapal."

Uskup Agung Hilarian Capucci, seorang uskup Gereja Katolik Yunani dari Yerusalem yang dipenjara Israel 1974 dan akhirnya dideportasi, mengatakan serangan marinir tak memiliki dasar.

"Perjalanan kami ke Gaza adalah perjalan kasih dan Tuhan bersama kami. Tindakan brutal Israel terhadap orang-orang yang membawa kasih kepada masyarakat yang dikepung mengundang kecaman dunia."

source: Tempointeraktif.com

Ahmadinejad-Chavez Bahas Kejahatan Paling Akhir Israel


Teheran (ANTARA News/IRNA-OANA) - Presiden Iran dan Venezuela, Kamis, melakukan pembicaraan telefon mengenai pengambilan tindakan serius guna mengutuk aksi tak manusiawi baru-baru ini oleh rejim Zionis terhadap armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan buat warga Jalur Gaza, yang tertindas.

Dalam pembicaraan telefon tersebut, Presiden Mahmoud Ahhmadinejad dan timpalannya dari Venezuela Hugo Chavez menyerukan tindakan yang sepadan guna menghentikan rejim Zionis melakukan kejahatan lebih jauh terhadap rakyat Palestina, terutama mereka yang tinggal di Jalur Gaza.

Kedua kepala negara itu juga menyerukan upaya internasional guna menyelamatkan warga Jalur Gaza, yang tertindas, dan mencabut blokade yang telah berlangsung lama terhadap Jalur Gaza.

Tentara rejim Zionis menyerbu armada kapal bantuan pada 31 Mei, dan menewaskan sejumlah orang di kapal tersebut.

Kapal itu melakukan pelayaran dengan mengibarkan bendera Turki. Sejumlah pejabat dan pegiat asing termasuk di antara penumpang kapal tersebut.

Presiden Ahmadinejad mengatakan waktunya sudah tiba untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh rejim Zionis melalui upaya bersama yang dilakukan oleh semua negara merdeka di dunia.

Ia mendesak semua lembaga internasional agar mengutuk kejahatan rejim Zionis tersebut.

Sementara itu, Presiden Chavez merujuk kepada serangan maut tersebut sebagai pemusnahan suku bangsa.

Pemimpin Venezuela itu mengatakan masyarakat internasional mesti melakukan tekanan politik kuat atas rejim Zionis.

Pada Rabu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan dilancarkannya setiap upaya guna mencegah terulangnya serangan Israel terhadap rombongan kapal kemanusiaan menuju Jalur Gaza, yang menewaskan 10 orang.

"Setiap tindakan harus dilakukan guna mencegah terulangnya peristiwa lain yang semacam ini," kata Ban pada suatu taklimat di Markas PBB, New York, AS.

source: antara.co.id